JALANILAH HIDUP INI DENGAN KESYUKURAN

Setiap inci dalam kehidupan ini adalah ujian. Ditimpa musibah adalah ujian, diberi nikmat pun ujian, kesenangan adalah ujian, malah sahabat handai yang berada disisi kita sendiri pun adalah ujian bagi kita.

Ujian-ujian yang kita lalui itu sama ada lulus ataupun tidak, bergantung sejauh mana kita menjadikan ujian itu sebagai bahan tarbiah untuk membaiki diri meningkatkan hubungan kita dengan Allah s.w.t. Apabila kita redha dan sabar dengan musibah yang melanda, tidak putus asa dan menyerahkan diri pada Allah, maka luluslah kita dalam ujian tersebut, tertingkatlah iman dalam diri kita disisi Allah s.w.t.

Begitu juga apabila kita diuji dengan nikmat dan kesenangan, kita tidak angkuh dan sombong, malah merendahkan hati kita, rela berkongsi dan menzahirkan rasa syukur kita dengan sedekah dan infaq, maka luluslah kita dalam ujian nikmat kesenangan yang Allah kurniakan. Ingatlah Allah pada masa kita senang, maka Allah akan ingat pada kita di masa kita susah. Apakah yang dimaksudkan dengan‘ di masa kita senang’? Di masa kita senang ,lapang, tiada banyak masalah, perlunya kita mengingati Allah banyakbanyak, bersyukur di atas nikmat kurniaanNya, banyakkan bersedekah padaNya, menjaga syariatNya. Maka bila di saat kita susah, banyak dilanda ma
salah dan ujian, maka Allah akan dekat dengan kita, memberikan bantuan dan pertolonganNya.

Mana mungkin Allah ingat pada kita di masa kita susah, sedangkan kita selalu melupakan Allah dalam waktu hidup kita senang, kecualilah apabila kita dilanda musibah sebagai ingatan dariNya, kita menghadapkan hati kita kembali bertaubat dan ingat semula padaNya!

Jadi sama-samalah kita rendahkan hati kita padaNya, beristighfar selalu dan usahakan agar setiap masa kita ingat pada Allah sebagai Tuhan yang menguasai diri kita dan Tuhan yang selayaknya kita abdikan diri padaNya! Perlu ingat akan ancaman dari Allah setelah kita mati nanti. Apabila kita melupakan Allah dalam kehidupan didunia, kelak Allah melupakan diri kita disaat hari akhirat nanti di mana ketika kita sangat perlukan pertolongan Allah s.w.t.

Nikmat yang diberi untuk disyukuri dan tidak didustai dengan sikap kita yang acuh tidak acuh dan tidak bersyukur pada pemberi nikmat yang tidak terhitung banyaknya iaitu Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang! Sama-sama kita renungi firman Allah dalam ayat ini yang diulang-ulang sebanyak 31 kali dalam surah ArRahman yang bermaksud… “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Setelah Allah berikan kita segalanya berupa nikmat yang terlalu banyak, adakah kita sanggup mendustakan nikmat Allah ini dengan tidak mensyukuriNya dan derhaka padaNya? Kita makan dan minum dengan rezeki yang Allah beri tapi kita mendustaiNya? Kita menggunakan kemudahan yang Allah ciptakan tapi kita tidak betah menjadikannya untuk berlaku taat pada Allah?

Memang kebanyakan manusia itu tidak bersyukur atas kurniaan Allah yang Maha Pemurah, maka janganlah kita tergolong dalam golongan tersebut!

Jadi, sama-samalah kita betulkan matlamat diri kita dalam hidup ini..sentiasa ingat kita ini datangnya dari Allah akan pasti kembali juga kepada Allah suatu masa nanti. Cara kehidupan kita di dunia yang singkat ini cukup penting untuk menentukan bagaimana cara kehidupan kita nanti di akhirat yang kekal abadi.

Farida Hamimie bt. Mohd Saupi

Kuliah Syariah Islamiah Universiti Al-Azhar,Kaherah.

Muat turun PDF Risalah Fajar Jumaat siri 398

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *